Perawat Homecare

Artikel Gratis dari Perawathomecare

Contoh Obat Injeksi yang Tersedia Berdasarkan Fungsinya

By Perawathomecare Writer

Contoh obat injeksi memang cukup banyak dan Anda bisa membelinya dengan mudah baik di e commerce atau apotik. Hanya saja, kami sarankan untuk konsultasi dulu dengan dokter agar efektif menyembuhkan.

Perlu diketahui setiap obat ini mempunyai efek samping yang berbeda-beda, jadi harus paham bagaimana cara menyuntikkan, termasuk dosisnya. Jika memang ragu bisa meminta tolong perawat untuk datang ke rumah.

Beberapa Contoh Obat Injeksi Sesuai Fungsi

Dalam praktik medis, ada istilah pengobatan antibiotik di mana fungsinya untuk melawan infeksi yang dihasilkan dari bakteri atau virus. Bukan hanya membunuh saja, tetapi sekaligus menghambat pertumbuhannya dalam tubuh.

Salah satu contohnya adalah saat seseorang terkena flu artinya ada virus yang masuk ke dalam tubuh. Dengan menggunakan injeksi antibiotik, secara perlahan mampu membunuh sekaligus menghambat pertumbuhan sehingga sembuh total. Contoh obat injeksi untuk jenis antibiotik ini ada beberapa seperti.

  1. Ceftriaxone untuk melawan infeksi akibat bakteri yang terdapat pada saluran pernapasan, kulit, saluran kemih, gonore, serta meningitis Sayangnya tidak efektif untuk melawan virus seperti flu.
  2. Vancomycin untuk menyembuhkan penyakit akibat bakteri gram positif karena adanya staphylococcus, termasuk salah satu antibiotik paling kuat.
  3. Gentamicin digunakan sebagai pengobatan dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit yang berada di mata, kulit, otak sampai telinga luar.

Contoh obat injeksi bukan hanya soal antibodi saja, tetapi masih ada banyak lagi sesuai dengan fungsi serta kebutuhannya. Agar tahu apa saja itu kami akan membahasnya seperti di bawah ini.

1.Anestesi

Ketika melakukan sebuah operasi, dokter akan melakukan suntikan untuk memblok satu area yang mampu mengirimkan sinyal sakit atau disebut sebagai anestesi. Untuk produknya memang tidak dijual bebas.

Dalam beberapa kondisi terkadang tenaga medis membutuhkannya untuk prosedur penyembuhan sehingga meminimalkan getaran atau gerakan akibat rasa sakit. Beberapa contoh obat injeksi ini cukup banyak, berikut sedikit pembahasannya.

  • Lidocaine

Lidocaine menjadi sangat penting dan sering digunakan oleh pihak medis terutama bagi pasien yang menderita gangguan irama jantung. Dengan memberikannya, mampu menghambat sinyal rasa nyeri walau hanya sementara waktu.

Selain untuk penderita jantung, biasanya digunakan pula sebagai pereda rasa nyeri saat melahirkan. Jadi nanti penyuntikannya berada di area epidural, dengan begini proses persalinan menjadi sangat lancar.

  • Bupikavain

Contoh obat injeksi khusus untuk anestesi selanjutnya adalah bupivakain berfungsi sebagai penghambat pembentukan kondisi impuls saraf. Kondisi tersebut mampu meredakan rasa sakit bahkan sampai menimbulkan efek mati.

Untuk memakainya, tidak boleh sembarangan karena hanya boleh digunakan oleh dokter saja. Harus diakui bupivakain ini memberikan efek yang sangat cepat dan mampu tahan cukup lama.

Baca juga tentang : Perawat ke Rumah dengan Pelayanan yang Terbaik dan Nyaman

2. Anti Inflamasi

Contoh obat injeksi berikutnya berfungsi untuk anti inflamasi sebagai pereda rasa nyeri sekaligus peradangan. Biasanya digunakan bagi pasien dengan keluhan seperti radang sendi, nyeri bagian punggung sampai asam urat.

Bila Anda ingin memakainya, kami harapkan untuk memberi tahu ke dokter terlebih dahulu mengenai obat yang selama ini dikonsumsi. Suntikan anti-inflamasi ini mampu berinteraksi sehingga mengakibatkan efek samping berbahaya.

Jangan diremehkan begitu saja, karena dampaknya juga cukup parah misalnya seperti kerusakan terhadap hati atau ginjal. Untuk jenisnya sendiri sebenarnya hanya ada dua yang utama, berikut pembahasannya.

  • Non Steroid

Contoh obat injeksi utama anti inflamasi non steroid dengan fungsi utamanya adalah mampu mengurangi peradangan. Termasuk juga menurunkan demam, akibat ada bagian tubuh mengalami radang, cukup aman dikonsumsi.

Biasanya dimanfaatkan sebagai pereda sakit ketika datang bulan di hari pertama. Selain itu saat bagian punggung mulai merasakan kesakitan, keseleo, bahkan bisa juga meredakan kepala pusing.

  • Kortikosteroid

Pada dasarnya kortikosteroid ini tidak jauh berbeda dengan non steroid. Hanya saja, penggunaannya lebih kompleks. Karena saat masuk ke dalam tubuh mampu meniru fungsi dari hormon kortisol sebagai perlawanan peradangan.

Beberapa kondisi yang mungkin memakai kortikosteroid adalah terjadinya gangguan pada sistem kekebalan tubuh Anda. Terkadang menjadi senjata utama dalam melawan sel kanker, dan hasilnya cukup efektif walau dalam kondisi tertentu.

Perlu diketahui sebelum meminumnya adalah efek sampingnya. Tidak terlalu berbahaya sebenarnya, tetapi harus menjadi perhatian, karena bisa saja menimbulkan masalah baru dan justru bisa lebih berbahaya.

Salah satunya adalah peningkatan nafsu makan. Jangan heran kalau 2 jam lalu sudah makan enak dan banyak, kemudian sekarang merasa lapar lagi, selain itu efeknya juga mampu mengubah suasana hati.

Meningkatnya nafsu makan tersebut kalau memang tidak mampu terkontrol dengan baik, kemungkinan mengalami permasalahan seperti diabetes atau jantung cukup tinggi. Jadi harap bijaksana dan jangan terlalu meremehkan efek tersebut.

3. Insulin

Contoh obat injeksi berikutnya dikhususkan bagi pasien diabetes yaitu penyuntikan insulin. Seperti yang diketahui bahwa, produk tersebut memang dibuat khusus untuk membantu dalam mengatur gula darah.

Jenisnya memang cukup banyak mulai dari bekerja sangat cepat yaitu sekitar 30 menit setelah penyuntikan. Biasanya dilakukan sebelum makan, dan akan mencapai puncaknya setelah kurang lebih 2 jam.

Ada juga cara kerjanya pendek, sekitar 30 menit di mana mengalami puncaknya di 4 jam. Penggunaannya tidak jauh berbeda, sebelum makan, selain itu masih ada jangka menengah dan panjang.

Baca juga tentang : Kenali Macam-macam Injeksi Obat dan Prosedur Pemakaiannya

4. Anti Mual

Contoh obat injeksi berikutnya untuk meredakan rasa mual karena berbagai macam faktor. Jika sudah mendapatkannya tetapi belum sembuh atau minimal mereda kami sarankan untuk segera menghubungi dokter.

Biasanya beberapa nama yang digunakan adalah Ondansetron sebagai penangkal rasa ingin muntah akibat kemoterapi atau operasi. Jenis ini juga dimanfaatkan untuk penangkal mual karena kondisi medis lain, berikutnya ada lagi.

  • Granisetron yang fungsinya tidak jauh berbeda dari ondansetron, cara kerjanya dengan menghalangi kinerja dari serotonin, untuk konsumsinya wajib sesuai anjuran dari dokter.
  • Domperidone mampu mengobati rasa ingin muntah akibat migrain, keracunan makanan, hingga lambatnya kinerja lambung untuk mengosongkan makanan.
  • Metoclopramide untuk jenis ini mampu meredakan mual karena asam lambung yang sudah naik dan sampai ke bagian kerongkongan sampai keinginan muntah akibat kondisi medis lainnya.

Baca juga tentang : Efek Positif Suntik Infus Vitamin C, Tujuan dan Tips Amannya

Perawatan HomeCare Punya Semua Jenis Obat Injeksinya

Bila Anda menginginkan salah satu dari contoh di atas, bisa dibeli di apotik. Hanya saja kualitasnya terkadang sedikit diragukan termasuk soal harga, kemungkinannya juga mahal, sudah begitu harus memakainya sendiri.

Walaupun mudah, kondisi tersebut tetap saja berbahaya. Kami menyarankan dalam menyuntikannya harus didampingi dengan perawat profesional dan berpengalaman, tetapi dimana harus mencari paket lengkap tersebut, pasti sulit.

Tenang saja, sekarang sudah ada Perawat HomeCare, siap melayani Anda dengan tenaga kesehatan bersahaja, profesional dan berpengalaman. Tidak heran sekarang begitu banyak yang mencoba dan mengaku ingin memakai jasanya lagi.

Jika Anda adalah salah satu dari mereka, dengan rasa penasaran cukup tinggi langsung saja hubungi kami di nomor +62 895-03800-997. Customer service siap melayani dan menjelaskan apa saja layanannya.

Contoh obat injeksi memang cukup banyak, kami harapkan jangan salah memilih dan sebelum memakainya harap konsultasi dulu dengan dokter, walau aman tetap saja menimbulkan efek samping.