Perawat Homecare

Artikel Gratis dari Perawathomecare

Begini Cara Makan Pasien Koma dan Tips Merawatnya

By Perawathomecare Writer

 

Cara makan pasien koma tetap harus diperhatikan dengan baik. Itu karena, pasien tetap harus mendapatkan nutrisi layaknya orang normal. Bahkan untuk mempercepat penyembuhannya, pasien sering kali membutuhkan nutrisi lebih banyak.

Pemberian nutrisi sendiri terkadang tidak menjadi perhatian penting dalam perawatan pasien koma. Padahal ini adalah bagian yang sangat vital dalam proses perawatan untuk memastikan pasien bisa kembali sehat.

pasien wanita sedang berbaring karena koma dengan bantuan alat nafas

Beberapa Cara Makan Pasien Koma

Untuk makan, pasien koma membutuhkan bantuan dari seorang perawat. Normalnya perawat sendiri menjalankan dua metode untuk pemberian nutrisi pada pasien. Berikut kedua cara makan bagi pasien koma tersebut:

1. Enteral Feeding

Pemberian makan melalui selang, atau yang lebih dikenal dengan istilah “enteral feeding”, adalah proses dimana cairan nutrisi diberikan langsung ke dalam saluran pencernaan pasien.

Cara makan pasien koma ini menggunakan tabung yang dimasukkan melalui hidung ke dalam perut (NG tube), atau langsung ke dalam usus (PEG tube atau jejunostomi).

Teknik ini digunakan ketika pasien tidak dapat menerima makanan secara oral, baik karena kondisi medis yang menghalangi kemampuan mereka untuk menelan atau karena risiko aspirasi (masuknya makanan ke dalam saluran pernapasan).

• Hati-hati dalam Menempatkan Tabung

Langkah awal dalam cara makan pasien koma ini adalah menempatkan tabung dengan hati-hati dan aman ke dalam saluran pencernaan pasien. Hal ini biasanya dilakukan oleh dokter atau perawat yang terlatih.

Setelah tabung terpasang, cairan nutrisi yang telah dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan pasien, yang dapat mencakup campuran karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, disalurkan melalui tabung tersebut.

Dalam cara makan pasien koma, Perawat bertanggung jawab untuk memantau aliran cairan nutrisi dan memastikan bahwa pasien menerima nutrisi yang cukup sesuai dengan instruksi dokter.

Mereka juga memantau respons pasien terhadap prosedur ini, termasuk mengamati tanda-tanda reaksi alergi atau intoleransi terhadap cairan nutrisi tertentu.

• Perawatan Tabung Dilakukan Secara Berkala

Selain itu cara makan bagi pasien koma ini, perawat juga harus merawat tabung secara berkala, termasuk membersihkan area sekitar tabung dan mengganti peralatan. Kebersihan dan keamanan tabung sangat penting untuk mencegah infeksi dan komplikasi lainnya.

Pemberian makan melalui selang memungkinkan pasien untuk menerima nutrisi yang dibutuhkan tanpa harus menelan makanan secara langsung. Ini merupakan bagian penting dari perawatan pasien koma atau pasien dengan gangguan makan lainnya yang memerlukan bantuan nutrisi tambahan.

Perawat akan bekerja sama dengan tim medis lainnya untuk memastikan bahwa cara makan pasien koma sesuai dengan kebutuhan mereka.

2. Parenteral Nutrition

Pemberian nutrisi intravena, atau yang sering disebut sebagai parenteral nutrition, adalah proses pemberian nutrisi yang dilakukan dengan menyuntikkan larutan nutrisi khusus langsung ke dalam aliran darah pasien melalui kateter intravena.

Cara makan pasien koma ini digunakan ketika pasien tidak dapat menerima nutrisi melalui saluran pencernaan mereka. Ini bisa terjadi karena kerusakan pada saluran pencernaan atau ketika pasien sedang dalam kondisi kritis di mana penyerapan nutrisi melalui saluran pencernaan tidak memadai.

• Proses Penempatan Kateter Intravena

Cara makan pasien koma ini dimulai dengan penempatan kateter intravena yang biasanya ditempatkan di vena besar seperti vena subklavia atau vena jugularis. Setelah kateter terpasang dengan aman, larutan nutrisi yang telah dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan pasien.

Cara makan bagi pasien koma harus berisi nutrisi mengandung campuran karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan elektrolit, disuntikkan melalui kateter tersebut secara terus-menerus atau melalui infus berkala.

Perawat memiliki peran yang sangat penting dalam pemberian nutrisi intravena. Mereka bertanggung jawab untuk memantau aliran larutan nutrisi, memeriksa kebersihan dan keamanan kateter intravena, serta memantau respons pasien terhadap prosedur ini.

Dalam cara makan pasien koma ini, perawat juga akan memantau tanda-tanda infeksi atau komplikasi lainnya yang dapat muncul sebagai akibat dari pemberian nutrisi intravena.

• Hati-hati dalam Melakukan Prosesnya

Pemberian nutrisi intravena harus dilakukan dengan hati-hati dan diawasi secara ketat karena ada risiko komplikasi seperti infeksi, kerusakan vaskular, atau gangguan elektrolit.

Oleh karena itu, perawat harus memastikan bahwa cara makan pasien koma ini dilakukan sesuai dengan standar keamanan dan kebersihan yang ditetapkan.

Meskipun pemberian nutrisi intravena merupakan teknik yang efektif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien yang tidak dapat menerima makanan melalui saluran pencernaan, penggunaannya biasanya tidak sering.

Cara makan pasien koma ini hanya dipakai untuk kasus-kasus di mana teknik lain tidak memungkinkan atau tidak efektif. Perawat bekerja sama dengan tim medis lainnya untuk merencanakan dan melaksanakan perawatan nutrisi yang terbaik sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien.

Tips Merawat Pasien Koma yang Harus Diterapkan

Ada beberapa tips penting yang perlu Anda perhatikan saat merawat pasien koma. Untuk lebih lengkapnya, berikut beberapa tips yang bersifat wajib:

1. Komunikasi dengan Tenang

Ketika merawat pasien koma, sangat penting untuk tetap berkomunikasi dengan mereka secara tenang, meskipun mereka mungkin tidak responsif secara verbal atau fisik.

Meskipun sering kali diyakini bahwa pasien koma tidak dapat mendengar atau merasakan apa pun di sekitar, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mereka masih bisa memiliki kesadaran yang terbatas dan mungkin merasakan kehadiran orang di sekitar mereka.

Oleh karena itu, berbicara dengan suara yang lembut dan tenang dapat memberikan rasa nyaman bagi pasien dan memperkuat ikatan emosional antara perawat dan pasien.

2. Perawatan Kulit

Pasien koma cenderung menghabiskan sebagian besar waktunya dalam posisi yang sama, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan kulit. Posisi yang tidak berubah dapat menyebabkan tekanan yang berlebihan pada beberapa area tubuh, seperti tumit, punggung, atau siku.

Oleh karena itu, perawatan kulit yang cermat dan pemantauan terhadap tanda-tanda awal kerusakan kulit sangat penting. Untuk mencegah kerusakan kulit, penting untuk mengganti posisi tubuh pasien secara teratur, biasanya setiap 2-4 jam, tergantung pada keadaan individu.

Selain itu, gunakan bantalan khusus atau bantal anti-dekubitus untuk mengurangi tekanan pada area tubuh yang rentan. Selalu perhatikan tanda-tanda awal kerusakan kulit seperti kemerahan, luka, atau bengkak, dan laporkan segera kepada tim medis untuk tindakan lebih lanjut.

3. Perawatan Mulut

Perawatan mulut pada pasien koma penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan serta mencegah komplikasi seperti infeksi mulut atau gangguan pencernaan.

Pasien koma tidak mampu melakukan perawatan mulut sendiri, sehingga perawat atau petugas medis bertanggung jawab untuk membersihkan mulut pasien secara teratur. Prosedur perawatan mulut meliputi menyikat gigi pasien dengan sikat gigi yang lembut dan pasta gigi non-foaming atau menggunakan larutan pembersih mulut.

Membersihkan lidah dan gusi juga penting untuk menghilangkan bakteri dan mencegah infeksi. Selain itu, pasien mungkin perlu diberikan obat kumur antibakteri untuk membantu mengontrol pertumbuhan bakteri di mulut.

4. Pemantauan Tanda-tanda Vital

Pemantauan tanda-tanda vital pasien, seperti tekanan darah, detak jantung, suhu tubuh, dan pernapasan, adalah bagian penting dari perawatan pasien koma. Pemantauan ini membantu dalam mengevaluasi respons tubuh terhadap kondisi medisnya serta memantau kemungkinan perkembangan masalah kesehatan tambahan.

Biasanya, tanda-tanda vital dipantau secara teratur sesuai dengan protokol yang ditetapkan oleh tim medis, dan perubahan signifikan dalam tanda-tanda vital harus segera dilaporkan kepada tim medis untuk evaluasi lebih lanjut.

Misalnya, peningkatan suhu tubuh bisa menjadi tanda infeksi, sedangkan penurunan tekanan darah bisa mengindikasikan masalah sirkulasi atau kegagalan organ.

Selalu dapatkan perawat terbaik agar pasien koma bisa mendapatkan perawatan yang dapat memenuhi seluruh kebutuhannya. Jika kebingungan mencarinya, gunakan saja layanan dari Perawat HomeCare dengan menghubungi +62 895-03800-997. Nantinya Anda bisa melihat langsung cara makan pasien koma yang akan dijalankan oleh perawat.