Perawat Homecare

Artikel Gratis dari Perawathomecare

Mengobati Pneumonia dengan Perawat HomeCare

By Perawathomecare Writer

 

Cara mengobati pneumonia bisa dilakukan di rumah sembari memberikan perawatan rawat jalan. Biasanya ada layanan medis yang menyediakan bentuk pelayanan langsung di rumah tanpa harus pergi ke rumah sakit.

Salah satunya layanan Perawat HomeCare yang akan merawat keluarga Anda dengan lebih dekat. Kemudahannya membuat pasien tidak perlu repot melakukan perawatan di rumah sakit, namun tetap pada pengawasan tenaga medis.

Penyakit Pneumonia Bisa Menyerang Apa Saja?

Penyakit pneumonia juga dikenal dengan istilah paru-paru basah. Penyakit satu ini disebabkan oleh adanya infeksi bakteri, virus, dan jamur. Umumnya, bakteri yang sering ditemukan sebagai penyebabnya berupa Streptococcus pneumoniae.

Pneumonia menyerang salah satu atau kedua paru-paru sehingga membuat kantong udara membengkak dan meradang. Bahkan, dapat menyebabkan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dipenuhi lendir atau air.

Kantong udara yang terinfeksi menyebabkan penderita merasakan demam, badan menggigil, bernanah, batuk berdahak, hingga sulit bernapas. Penyakit ini dibutuhkan cara mengobati pneumonia dengan melakukan tindakan yang tepat sesuai kondisi pasien.

Tidak hanya dialami oleh orang dewasa maupun lansia, tetapi anak-anak juga mengalaminya, termasuk bayi meski baru lahir. Baik itu jenis pneumonia bakteri maupun virus sama-sama dapat menular ke orang lain.

Penderitanya bisa menyebarkan ke orang lain melalui perantara tetesan udara seperti batuk atau bersin, sehingga pengidap harus mengenakan masker. Maka dari itu, cara mengobati pneumonia perlu diketahui tindak lanjutnya.

Berikut Penyebab Pneumonia Berdasarkan Tempat Penyebaran

Ada banyak penyebab terjadinya penyakit pneumonia, namun berdasarkan organisme serta penyebarannya terdiri atas dua jenis. Diantaranya yakni pneumonia komunitas dan yang tertular dari rumah sakit.

  1. Komunitas atau lingkungan umum

Organisme penyebab penyakit pneumonia dapat disebarkan melalui lingkungan umum. Contohnya seperti bakteri streptococcus pneumonia, mycoplasma pneumonia, virus, dan jamur yang biasanya menyerang sistem imun tubuh manusia.

  1. Dari rumah sakit

Sebagian penderita mengidap penyakitnya dikarenakan gangguan paru-paru ketika mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat penyakit lain. Hal tersebut bisa berefek serius sebab bakterinya kemungkinan memiliki kekebalan terhadap antibiotik.

Bahkan, dapat berdampak lebih serius karena penderitanya juga memiliki riwayat penyakit lainnya. Pasien saat dirawat memakai mesin pernapasan atau ventilator berisiko tinggi, cara mengobati pneumonia perlu diperhatikan.

  1. Dari perawatan kesehatan

Penyakit pneumonia yang diperoleh dari perawatan kesehatan rentan terjadi pada pasien di fasilitas kesehatan dalam jangka panjang. Di mana, seseorang rutin mendapatkan perawatan di klini rawat jalan.

Tidak jauh berbeda dengan infeksi yang didapat dari rumah sakit, terdapat kemungkinan bakterinya jauh lebih resisten terhadap antibiotic. Adapun, beberapa faktor risiko terjadinya pneumonia diantaranya, yakni sebagai berikut:

• Anak-anak

Untuk anak-anak cenderung lebih rentan mengalami penyakitnya. Termasuk pada bayi ketika baru lahir, usia di bawah dua tahun, serta anak-anak dengan usia dua tahun.

• Usia 65 tahun

Orang dewasa atau sudah dapat dikategorikan sebagai lansia juga rentan terkena penyakitnya. Orang dewasa yang berusia lebih dari 65 tahun perlu lebih waspada.

• Dirawat di rumah sakit atau ICU

Seorang pasien yang mendapatkan perawatan di rumah sakit dalam jangka waktu lama lebih mudah mengalaminya. Begitu juga, dengan pasien yang dirawat di ruang ICU dan menggunakan alat bantu pernapasan.

• Imun rendah dan perokok

Jika imunitas rendah dalam tubuh, seperti orang dengan kebiasaan mengonsumsi obat sistem imun, kemoterapi, hingga pengidap HIV. Termasuk bagian dari kategorisasi orang yang cenderung mudah mengalaminya, tak terkecuali perokok aktif.

Cara Mengobati Pneumonia Pakai Obat Beserta Penyebabnya

Selain penyakit pneumonia didasarkan dari tempat penyebarannya. Penyakit paru-paru basah ini juga disebabkan oleh beberapa hal lain, serta dijadikan sebagai penyebabnya beserta cara mengobati pneumonia dengan obat-obatan.

  1. Akibat virus

Virus bisa menjadi penyebab penyakitnya bermula dari pemicunya seperti pilek dan flu. Biasanya sangat rentan dialami oleh anak di bawah usia dua tahun berupa balita.

Pada dasarnya, tidak ada pengobatan khusus untuk sebagian besar pneumonia akibat virus. Untuk menghilangkan gejalanya, biasanya disarankan mengonsumsi obat antivirus seperti oseltamivir, peramivir, dan zanamivir.

Selain dari obat-obatan, terapi lain seperti terapi oksigen untuk melegakan saluran pernapasan juga bisa dilakukan. Terapi ini membutuhkan oksigen tambahan, Anda bisa melakukannya di rumah dan memanggil layanan Perawat HomeCare.

  1. Akibat bakteri

Penyakit yang diakibatkan dari infeksi bakteri juga dapat disembuhkan melalui penggunaan antibiotic. Beberapa faktor dalam memberikan obat antibiotic dalam proses penyembuhannya, seperti jenis obat, penggunaan antibiotic, usia, dan hasil resistensi.

Biasanya, obat antibiotic yang diresepkan adalah amoxicillin, eftriaxone, atau cefotaxime. Pemberian obat tersebut juga dapat dikombinasikan dengan azitromicin, erythromycin, dan clarithromycin. Obat penghilang rasa sakit serta menurunkan demam mengurangi gejalanya.

  1. Akibat jamur

Jamur adalah salah satu penyebab yang paling sering dialami oleh para penderitanya. Biasanya, sistem kekebalan tubuhnya lemah atau mengidap penyakit kronis tertentu, sehingga mengakibatkan jamur bisa menyerang.

Apabila diakibatkan karena jamur, obat yang biasa dipakai diantaranya fluconazole, itraconazole, ketoconazole, serta flucytosine. Beberapa obat anti jamur itu akan diresepkan, cara mengobati pneumonia harus tepat.

  1. Akibat aspirasi

Aspirasi ini dikarenakan penderitanya tidak sengaja menghirup objek asing. Misalnya ludah, makanan, minuman, atau muntah-muntahan. Jenus kuman menjadi penyebab penyakitnya dari lokasi penyebarannya di lingkungan umum.

Itulah ketiga penyebab penyakitnya berdasarkan kategorisasi akibatnya yang dialami oleh penderita. Cara mengobati pneumonia dibutuhkan perawatan yang intensif, Anda bisa melakukannya di rumah dengan menggunakan bantuan Perawat HomeCare.

Apakah Perawatan Pneumonia Harus Dilakukan di Rumah Sakit?

Lalu, apa yang harus dilakukan? Perlukah melakukan perawatan di rumah sakit atau klinik terdekat? Sebenarnya cara mengobati pneumonia dapat dilakukan sendiri di rumah, tetapi tetap saja disesuaikan dengan kondisi penderita.

Kalau gejala yang dirasakan oleh pasien bertambah buruk seperti gejala demam terus mengalami kenaikan melebihi 40 derajat celcius sampai sesak napas berat. Maka, perlu memperoleh perawatan di rumah sakit.

Seseorang yang mempunyai risiko tinggi juga akan langsung direkomendasikan untuk datang ke rumah sakit diopname setelah memperoleh diagnosa dokter atas penyakitnya. Orang-orang yang dimaksud diantaranya lemahnya sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, juga memiliki riwayat penyakit paru-paru lain atau jantung, sempat sakit parah sebelumnya, anak kecil, bayi, lansia di atas 65 tahun. Meski, cara mengobati pneumonia ini bisa dilakukan sendiri.

Namun, saat bertambah buruk maka perlu segera mendapatkan pengobatan. Tetapi, jika dokter mengatakan gejalanya bisa dilakukan pengobatan di rumah. Sebaiknya mengobati sendiri di rumah untuk mencegah penyebaran di rumah sakit.

Anda bisa menghubungi layanan Perawat HomeCare demi penjagaan rawat jalan secara intensif. Sehingga, ada seorang ahli yang mendampingi meski pengobatan dilakukan di rumah saja, bagaimana cara menghubunginya?

Sangat mudah, Anda dapat menghubungi di nomor berikut +62 895-03800-997 agar langsung terhubung dengan penyedia layanannya. Lakukan konsultasi terlebih dahulu atas permasalahan yang sedang dihadapi pasien.

Dengan begitu, Perawat HomeCare akan memberikan layanan yang bisa dilakukan sebagai upaya terbaik. Cara mengobati pneumonia perlu diperhatikan lagi apakah harus melakukan rawat jalan atau ditindaklanjuti di rumah sakit.