Perawat Homecare

Artikel Gratis dari Perawathomecare

Pasang Nasogastric Tube, Jenis dan caranya

By Perawathomecare Writer

Pemasangan nasogastric tube atau dikenal juga dengan NGT digunakan untuk memenuhi kebutuhan makanan atau konsumsi obat pasien. Tidak hanya pasien yang sedang mengalami koma saja, NGT juga digunakan pada seseorang dalam kondisi stroke. Pemasangan selang makanan diperlukan karena alasan dan tujuan tertentu, misalnya karena mekanisme menelan tidak efektif. Selain itu juga bisa karena masalah pada kepala dan leher sehingga tidak bisa menelan, atau kehilangan nafsu makan kronis. Pemasangan nasogastric tube harus dengan instruksi dokter, sebab perlu adanya pertimbangan manfaat serta efek samping yang bisa terjadi. Pemasangannya juga harus dilakukan oleh tenaga profesional agar tidak terjadi hal-hal yang menyebabkan kondisi fatal. Sementara itu, beberapa efek samping dari pemasangan NGT yang paling umum adalah rasa tidak nyaman, sinusitis, serta epistaksis. Meski demikian, kondisi-kondisi tersebut bisa sembuh dengan sendirinya ketika selangnya dilepaskan.

Pengertian dan Jenis Nasogastric Tube

Pemasangan nasogastric tube melalui hidung akan diarahkan turun ke tenggorokan, esofagus hingga menuju lambung. Selang untuk NGT merupakan jenis yang tipis dan fleksibel, penggunaannya hanya bersifat sementara saja. Berdasarkan fungsi utamanya, terdapat 2 jenis NGT yaitu single lumen dan double lumen dengan prosedur berbeda. Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan dua jenis tersebut agar tidak salah penanganan untuk pasien. Selang single lumen memiliki satu kanal sempit, fungsinya memasukkan obat-obatan serta nutrisi dalam perut pasien secara satu arah. Diameter selangnya kecil sehingga memberikan kenyamanan pasien, sebab penggunaannya bisa selama beberapa minggu. Sementara itu, pemasangan nasogastric tube double lumen memiliki desain secara khusus untuk menyedot dan mengeluarkan cairan. Selain itu, penggunaan lumen ganda ini juga dapat digunakan untuk keperluan medis lainnya. Seperti namanya, NGT double lumen memiliki 2 saluran berukuran berbeda dengan fungsi masing-masing. Saluran lebih lebar memiliki fungsi menghisap, sementara saluran lebih sempit berfungsi sebagai ventilasi tekanan hisap. Desain ini sendiri memiliki fungsi tersendiri, yaitu mencegah tekanan di dinding perut selama proses penyedotan. Selain memiliki desain dengan fungsi tersendiri, hal ini juga bisa mengurangi terjadinya efek samping pada pasien itu sendiri. Seperti penjelasan sebelumnya, memasang NGT pada pasien harus berhati-hati dan dilakukan oleh profesional. Sebab kondisi fatal bisa terjadi salah satunya karena makanan atau obat secara tidak sengaja masuk ke jalan pernapasan. Bukan hanya itu saja, tekanan berkepanjangan pada satu area hidung bisa menimbulkan ulkus tekanan hidung, biasanya disebut nekrosis. Oleh sebab itu, penting menutup selang makanan secara berkala untuk mencegah efek samong tersebut.

Manfaat dari Pemasangan Nasogastric Tube

Setidaknya, terdapat dua manfaat utama yaitu memberikan nutrisi pasien serta mengeluarkan isi perut. Pemasangannya sendiri tidak membutuhkan operasi, prosesnya juga cukup cepat sehingga cenderung aman bagi sebagian besar orang. NGT sangat berguna pada kondisi darurat, misalnya memasukkan obat-obatan serta makanan untuk sementara waktu. Selain itu, NGT juga menyedot isi perut untuk mengurangi tekanan serta mengeluarkan racun di dalam tubuh. Manfaat pertama sebagai tube feeding atau disebut sonde untuk memberikan nutrisi khusus serta obat-obatan langsung ke perut pasien. Cara ini biasa digunakan ketika pasien tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan menggunakan konsumsi oral. Pemasangan nasogastric tube juga bisa digunakan pada pasien dengan kondisi tertentu seperti selera makan berkurang atau kemampuan mengunyah dan menelan. Ada beberapa kondisi lain yang membutuhkan NGT untuk memberikan nutrisi sementara waktu. Beberapa kondisi tersebut antara lain kesulitan menelan atau disfagia, kanker di kepala atau leher, pasien tidak sadarkan diri, juga malnutrisi. Selain itu, NGT juga berfungsi untuk mengurangi tekanan abdomen yang menungkat dalam perut. Sementara itu, penggunaan NGT untuk mengeluarkan isi perut merupakan tindakan pencegahan atau prosedur darurat medis. Beberapa contoh kondisi ini adalah overdosis obat, menelan racun, atau kondisi medis yang menyebabkan perut pasien mengembung dan penuh. Ketika perut pasien penuh dan mengembung, NGT digunakan untuk membuat tekanannya berkurang dan mencegah regurgitasi. Regurgitasi merupakan kondisi medis ketikan cairan lambung dan makanan naik ke tenggorokan.

Langkah- Langkah Pemasangan Nasogastric Tube

Ada langkah-langkah pemasangan nasogastric tube untuk memberikan kenyamanan pada pasien dan tidak menimbulkan efek samping tertentu. Berikut adalah beberapa langkah yang perlu dilakukan ketika memasang NGT kepada pasien. Pertama, pastikan kenyamanan pasien terlebih dahulu, sebab selangnya akan terus dipasangkan di salah satu sisi area hidung. Hal ini tentu akan dapat menimbulkan iritasi mukosa hidung serta pasiennya menjadi tidak nyaman. Tenaga medis harus dapat memastikan jika selang terpasang dengan erat dalam hidung pasien sehingga tidak ada gerakan berlebih pada selangnya. Selain itu, selang juga harus disematkan atau ditempel pada pakaian pasien sehingga tidak mudah tertarik. Langkah kedua adalah melakukan perawatan pada mulut, sebab penggunaan NGT dapat menyumbat pernapasan hidung. Tidak mengherankan jika kebanyakan pasien, terutama penderita stroke, menggunakan mulut untuk bernapas. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi pada kulit hidung maupun mulut, sehingga penderita akan sering mengeluh haus. Melakukan perawatan mulut akan sangat membantu mengurangi kekeringan pada tenggorokkan dalam kondisi ini. Perawatannya sendiri bisa berupa kumur dengan air dingin atau obat kumur, namun pastikan bahwa pasien tidak menelannya. Sementara untuk beberapa pasien diperbolehkan menghisap es batu sehingga mengurangi dahaga. Langkah ketiga adalah memposisikan tubuh dengan benar untuk menghindari efek samping. Pasien tidak diperbolehkan berbaring sepenuhnya, melainkan kepala dinaikkan hingga 30 derajat atau lebih. Terakhir, hindari risiko tersedak dengan meminta pasien meneguk air ketika selang masuk melalui faring ke kerongkongan, lalu masuk ke lambung. Selain bisa menghindari tersedak, cara ini juga bisa membuat pemasangan selang makanan berpeluang berhasil.

Berikut Seputar Pemasangan Nasogastric Tube

Ada beberapa hal seputar pemasangan nasogastric tube yang mungkin tidak diketahui oleh sebagian besar orang. Jika terdapat keluarga atau kerabat membutuhkan NGT, maka sangat penting mengetahui hal-hal tersebut. Pertama, banyak orang mengira proses pemasangannya akan terasa sakit, padahal hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Tenaga medis yang melakukan pemasangan akan berusaha menghindari timbulnya rasa sakit baik proses pemasangan maupun setelahnya. Kedua, NGT tidak dianjurkan ketika pasien mengalami trauma signifiikan pada area wajah maupun fraktur pada pangkal tengkorak. Hal ini karena pemasangan NGT justru akan menimbulkan trauma yang lebih parah pada area tersebut. Ketiga, tidak banyak orang mengetahui bagaimana menentukan ukuran NGT yang tepat, sebab memang ada teknik-teknik berbeda. Ukuran selang harus disesuaikan proporsi tubuh, sehingga tenaga medis perlu melakukan pengukuran tertentu. Meski begitu, panjang selang NGT secara umum untuk orang dewasa adalah 55 cm sehingga dapar mencapai lambung. Ukuran umum inilah yang paling banyak digunakan oleh tenaga kesehatan kepada pasien. Keempat, penggunaan NGT didesain untuk sementara waktu saja, maksimal adalah 6 minggu. Jika pasien membutuhkan nutrisi lebih lama dalam jangka waktu tersebut, maka biasanya akan direkomendasikan menggunakan feeding tube berbeda. Pemasangan NGT harus dilakukan oleh tenaga profesional dan terpercaya untuk meminimalisir hal-hal tidak diinginkan. Perawat HomeCare memiliki tenaga medis dengan keahlian, pengalaman, serta kasih sayang. Kami juga menyediakan berbagai paket jasa layanan sesuai kebutuhan di rumah Anda dengan mudah dan cepat. Hubungi kami di nomor WA +62 895-03800-997 untuk berbagai layanan tenaga medis profesional. Pada kondisi tertentu, pasien membutuhkan bantuan medis untuk mendapatkan nutrisi dan obat-obatan, maupun mengeluarkan isi perut. Oleh sebab itulah, pemasangan nasogastric tube sering menjadi rekomendasi untuk penanganan kondisi tersebut.