Daftar Isi Artikel
ToggleVaksin disuntik di lengan, antibiotik di bokong, insulin di perut, dan obat lain lewat selang infus. Mengapa caranya berbeda-beda? Jawabannya terletak pada jenis injeksi, yaitu lapisan tubuh mana yang dituju oleh jarum suntik.
Jawaban singkatnya: ada 4 jenis injeksi utama, yaitu:
- Intrakutan atau intradermal (IC/ID): ke lapisan dermis kulit, sudut jarum 10โ15ยฐ.
- Subkutan (SC): ke lapisan lemak di bawah kulit, sudut jarum 45ยฐ (atau 90ยฐ pada orang dengan lapisan lemak tebal).
- Intramuskular (IM): ke dalam otot, sudut jarum 90ยฐ.
- Intravena (IV): langsung ke pembuluh darah vena, sudut jarum sekitar 15โ30ยฐ.
Setiap jenis memiliki kedalaman, ukuran jarum, batas volume, lokasi, dan kecepatan kerja obat yang berbeda. Artikel ini membahas semuanya secara lengkap, termasuk cara penyuntikan yang dilakukan tenaga kesehatan dan prinsip keamanannya.
1. Injeksi Intrakutan (Intradermal)
Apa Itu Injeksi Intrakutan?
Injeksi intrakutan adalah penyuntikan obat ke lapisan dermis, tepat di bawah lapisan kulit terluar (epidermis). Lapisan ini sangat tipis dan kaya akan sel imun, sehingga cocok untuk tes yang membutuhkan reaksi lokal di kulit. Volumenya sangat kecil, biasanya sekitar 0,1 mL.
Lokasi Penyuntikan
- Permukaan dalam lengan bawah (paling umum untuk tes Mantoux dan tes alergi).
- Lengan atas bagian deltoid atau punggung atas, untuk vaksin tertentu.
Cara Penyuntikan oleh Tenaga Kesehatan
- Kulit dibersihkan dengan antiseptik dan dibiarkan kering.
- Kulit diregangkan dengan tangan yang tidak memegang spuit.
- Jarum dimasukkan hampir sejajar kulit, dengan sudut 5โ15ยฐ dan lubang jarum (bevel) menghadap ke atas.
- Obat disuntikkan perlahan hingga muncul benjolan kecil pucat seperti kulit jeruk (wheal atau bleb). Benjolan ini menandakan obat masuk ke lapisan yang tepat.
- Jarum dicabut tanpa memijat area suntikan, agar obat tidak menyebar dan hasil tes tidak terganggu.
Contoh Penggunaan
Tes tuberkulin (Mantoux) untuk skrining TBC, tes kulit sebelum pemberian obat tertentu untuk melihat risiko alergi, dan beberapa jenis vaksin, seperti BCG.
2. Injeksi Subkutan (SC)
Apa Itu Injeksi Subkutan?
Injeksi subkutan adalah penyuntikan obat ke jaringan lemak di antara kulit dan otot. Jaringan lemak memiliki sedikit pembuluh darah, sehingga obat diserap perlahan dan stabil. Karena itu, rute ini cocok untuk obat yang perlu bekerja konsisten dalam waktu lama, seperti insulin.
Lokasi Penyuntikan
- Perut, sekitar 5 cm dari pusar.
- Lengan atas bagian belakang (di atas otot trisep).
- Paha bagian depan dan samping.
Pada penggunaan rutin, seperti insulin, lokasi suntikan perlu dirotasi agar jaringan lemak tidak mengeras atau menebal.
Cara Penyuntikan oleh Tenaga Kesehatan
- Kulit dibersihkan dengan antiseptik dan dibiarkan kering.
- Kulit dan jaringan lemak dicubit lembut untuk memisahkannya dari otot.
- Jarum dimasukkan dengan sudut 45ยฐ. Pada orang dengan lapisan lemak tebal atau saat memakai jarum pendek, sudut 90ยฐ dapat digunakan.
- Obat disuntikkan perlahan, lalu cubitan dilepas.
- Jarum dicabut dengan sudut yang sama, dan area suntikan cukup ditekan ringan tanpa digosok.
Contoh Penggunaan
Insulin, heparin dan obat pengencer darah sejenisnya, serta beberapa vaksin.
3. Injeksi Intramuskular (IM)
Apa Itu Injeksi Intramuskular?
Injeksi intramuskular adalah penyuntikan obat langsung ke dalam otot. Otot memiliki banyak pembuluh darah, sehingga obat diserap lebih cepat dibanding injeksi subkutan. Otot juga mampu menampung volume yang lebih besar dan obat yang lebih mengiritasi, sehingga rute ini dipakai untuk banyak vaksin dan antibiotik tertentu.
Lokasi Penyuntikan
| Lokasi | Letak | Volume maksimal dewasa | Catatan |
|---|---|---|---|
| Deltoid | Lengan atas, ยฑ2โ3 jari di bawah tulang bahu | ยฑ1 mL | Paling umum untuk vaksin dewasa |
| Ventrogluteal | Sisi pinggul | ยฑ3 mL | Umumnya dianjurkan untuk dewasa karena jauh dari saraf dan pembuluh darah besar |
| Vastus lateralis | Paha bagian luar, sepertiga tengah | ยฑ1โ2 mL pada bayi, lebih besar pada dewasa | Lokasi pilihan untuk bayi |
| Dorsogluteal | Bokong bagian atas-luar | ยฑ3 mL | Kini makin jarang dipilih karena dekat saraf skiatik |
Cara Penyuntikan oleh Tenaga Kesehatan
- Lokasi ditentukan dengan meraba penanda tulang (landmark), misalnya tulang bahu untuk deltoid atau tulang pinggul untuk ventrogluteal.
- Kulit dibersihkan dengan antiseptik dan dibiarkan kering.
- Kulit diregangkan (bukan dicubit) agar jarum langsung mencapai otot.
- Jarum dimasukkan dengan gerakan cepat seperti melempar anak panah, dengan sudut 90ยฐ.
- Obat disuntikkan perlahan dan stabil.
- Jarum dicabut dengan sudut yang sama, lalu area suntikan ditekan ringan dengan kapas kering.
Untuk obat yang sangat mengiritasi, tenaga kesehatan dapat memakai teknik Z-track, yaitu menarik kulit ke samping sebelum menyuntik, lalu melepasnya setelah jarum dicabut. Jalur suntikan menjadi “terkunci” sehingga obat tidak merembes ke jaringan di atasnya.
Contoh Penggunaan
Vaksin influenza, hepatitis B, dan tetanus, beberapa antibiotik seperti ceftriaxone dan benzatin penisilin, serta suntik KB tertentu.
Baca Juga: Alasan Suntik Antibiotik Sakit dan Cara Mengurangi Nyerinya
4. Injeksi Intravena (IV)
Apa Itu Injeksi Intravena?
Injeksi intravena adalah pemberian obat langsung ke dalam pembuluh darah vena. Karena tidak melalui proses penyerapan, obat langsung beredar ke seluruh tubuh dan bekerja paling cepat. Rute ini juga memungkinkan pemberian cairan dalam jumlah besar, seperti infus.
Ada dua cara utama:
- Bolus (IV push): obat disuntikkan dalam satu kali dorongan, biasanya perlahan selama beberapa menit.
- Infus (drip): obat atau cairan dialirkan bertahap melalui selang dan kateter yang terpasang di vena.
Lokasi Penyuntikan
- Punggung tangan.
- Lengan bawah.
- Lipat siku, terutama untuk pengambilan darah atau pemberian singkat.
Cara Penyuntikan oleh Tenaga Kesehatan
- Tangan pasien diposisikan lebih rendah, lalu lengan atas diikat dengan torniket agar vena terlihat dan teraba.
- Vena yang lurus dan kenyal dipilih, kemudian kulit dibersihkan dengan antiseptik.
- Jarum atau kateter dimasukkan dengan sudut rendah, sekitar 15โ30ยฐ, dengan bevel menghadap ke atas.
- Munculnya darah di pangkal jarum (flashback) menandakan jarum sudah masuk ke vena.
- Torniket dilepas, lalu obat disuntikkan atau selang infus disambungkan dan kecepatan tetesan diatur.
- Selama infus, area pemasangan dipantau untuk mencegah bengkak, nyeri, atau kemerahan.
Contoh Penggunaan
Cairan infus untuk dehidrasi, infus vitamin, antibiotik infus, dan obat-obatan di ruang gawat darurat yang membutuhkan efek cepat.
Baca Juga: Jasa Infus di Rumah Terdekat
Jenis Injeksi Lainnya
Selain empat jenis utama, ada beberapa rute khusus yang hanya dilakukan dokter atau di fasilitas kesehatan tertentu:
| Jenis | Tujuan |
|---|---|
| Intraartikular | Ke dalam rongga sendi, misalnya untuk nyeri lutut |
| Intratekal | Ke cairan sumsum tulang belakang, misalnya untuk bius spinal |
| Intraoseus | Ke dalam sumsum tulang, dipakai saat darurat bila vena sulit ditemukan |
| Intrakardial | Langsung ke jantung, hanya pada kondisi gawat darurat tertentu |
Prinsip Penyuntikan yang Aman
Apa pun jenis injeksinya, keamanan pasien adalah yang utama. Panduan WHO tentang praktik injeksi terbaik menekankan bahwa injeksi yang tidak aman dapat menularkan kuman, termasuk virus hepatitis B, hepatitis C, dan HIV, serta menimbulkan abses dan reaksi berbahaya. Prinsip yang dijalankan tenaga kesehatan antara lain:
- Satu jarum, satu spuit, satu pasien. Jarum dan spuit sekali pakai tidak boleh digunakan ulang.
- Kebersihan tangan. Tangan dicuci atau dibersihkan dengan cairan berbasis alkohol sebelum menyiapkan dan memberikan suntikan.
- Teknik aseptik. Kulit dibersihkan dengan antiseptik, dan bagian jarum yang steril tidak boleh tersentuh.
- Prinsip “benar”. Benar pasien, benar obat, benar dosis, benar rute, dan benar waktu, ditambah memastikan riwayat alergi.
- Pembuangan aman. Jarum bekas langsung dibuang ke wadah benda tajam tanpa ditutup kembali, untuk mencegah tertusuk jarum.
Efek Samping dan Komplikasi yang Perlu Diwaspadai
Sebagian besar injeksi hanya menimbulkan keluhan ringan, seperti nyeri, kemerahan, atau memar kecil di area suntikan yang membaik dalam 1โ2 hari. Segera hubungi tenaga kesehatan bila muncul:
- Tanda alergi: gatal menyeluruh, bibir bengkak, sesak napas, atau pusing berat.
- Area suntikan makin merah, bengkak, panas, atau bernanah.
- Pada infus: vena terasa nyeri dan memerah di sepanjang jalurnya (flebitis), atau tangan bengkak karena cairan merembes ke jaringan (infiltrasi).
- Kesemutan, mati rasa, atau kelemahan setelah suntikan di bokong atau lengan.
Suntik dan Infus Vitamin oleh Perawat Berlisensi di Rumah
Perawathomecare melayani suntik dan infus vitamin ke rumah di area Jabodetabek. Setiap tindakan dilakukan oleh perawat berlisensi dengan alat steril sekali pakai, didahului skrining kondisi dan riwayat alergi, serta mengikuti prinsip injeksi yang aman.
Konsultasikan kebutuhan Anda melalui chat WhatsApp Perawathomecare.
FAQ Seputar Jenis Injeksi
1. Apa perbedaan injeksi intramuskular dan subkutan?
Injeksi intramuskular masuk ke otot dengan sudut 90ยฐ, diserap lebih cepat, dan bisa menampung volume lebih besar. Injeksi subkutan masuk ke lapisan lemak dengan sudut 45ยฐ, diserap lebih lambat dan stabil, dengan volume lebih kecil.
2. Injeksi mana yang paling cepat bekerja?
Injeksi intravena, karena obat langsung masuk ke aliran darah tanpa proses penyerapan. Urutan umumnya: intravena, intramuskular, subkutan, lalu intrakutan.
3. Kenapa injeksi intrakutan membentuk benjolan kecil?
Benjolan pucat itu (wheal) terbentuk karena cairan tertahan di lapisan dermis yang padat. Benjolan ini justru menandakan obat masuk ke lapisan yang tepat dan akan hilang dengan sendirinya.
4. Apakah suntikan perlu diaspirasi (ditarik dulu) sebelum obat dimasukkan?
Untuk vaksin intramuskular dan subkutan, panduan CDC menyebut aspirasi tidak diperlukan. Untuk obat lain, tenaga kesehatan mengikuti prosedur dan petunjuk produk masing-masing.
5. Mengapa lokasi suntikan di bokong kini lebih sering di samping pinggul?
Area ventrogluteal di sisi pinggul jauh dari saraf skiatik dan pembuluh darah besar. Meta-analisis di jurnal PLoS ONE (2021) juga menemukan suntikan di area ini cenderung lebih tidak sakit dibanding area dorsogluteal.
Referensi Penulisan
- World Health Organization. WHO Best Practices for Injections and Related Procedures Toolkit. Geneva: WHO, 2010. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK138495/
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dirangkum dalam MSD Manual Professional. Vaccine Administration Guidelines for Adults, 2024. https://www.msdmanuals.com/professional/multimedia/table/vaccine-administration-guidelines-for-adults
- Public Health Agency of Canada. Vaccine administration: A guide to selecting needle gauge and length. https://www.canada.ca/en/public-health/services/publications/vaccines-immunization/vaccine-administration-guide-selecting-needle-gauge-length.html
- Public Health Agency of Canada. Vaccine administration: A guide to landmarking. https://www.canada.ca/en/public-health/services/publications/vaccines-immunization/vaccine-administration-guide-landmarking.html
- Ayinde O, Hayward RS, Ross JDC. The effect of intramuscular injection technique on injection associated pain; a systematic review and meta-analysis. PLoS ONE, 2021; 16(5): e0250883. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0250883
- Immunization Action Coalition. Administering Vaccines: Dose, Route, Site, and Needle Size. https://immunize.org/wp-content/uploads/nslt.d/n53/administer_vax_adults.pdf








