Skip to main content

Perawathomecare

Melayani Jabodetabek · Kota lain? Tanya admin 24 jam, setiap hari 0895-0380-0997
Perawat berlisensi datang ke rumah Anda

Suntikan Intramuskular: Pengertian, Lokasi, Cara, dan Efek Sampingnya

Suntikan Intramuskular Pengertian, Lokasi, Cara, dan Efek Sampingnya

Vaksin flu di lengan, suntik antibiotik di bokong, atau suntik KB setiap tiga bulan, semuanya memakai cara yang sama yaitu suntikan intramuskular. Cara ini termasuk yang paling sering dilakukan tenaga kesehatan.

Suntikan intramuskular (IM) adalah cara pemberian obat dengan menyuntikkannya langsung ke dalam jaringan otot, dengan jarum yang ditusukkan tegak lurus (sudut 90°) terhadap kulit. Otot kaya pembuluh darah, sehingga obat diserap lebih cepat daripada suntikan di bawah kulit (subkutan) dan bisa diberikan dalam volume lebih besar.

Ringkasnya:

  • Lokasi utama: otot deltoid (lengan atas), ventrogluteal (sisi pinggul), vastus lateralis (paha luar), dan dorsogluteal (bokong atas-luar).
  • Sudut jarum: 90°.
  • Panjang jarum dewasa: umumnya 1–1,5 inci (sekitar 2,5–3,8 cm), menyesuaikan berat badan.
  • Volume: sekitar 1 mL di deltoid dan hingga sekitar 3 mL di otot pinggul atau paha pada orang dewasa.
  • Contoh penggunaan: vaksin, antibiotik tertentu, suntik KB, dan vitamin B12.

Apa Itu Suntikan Intramuskular?

Suntikan intramuskular, disebut juga injeksi intramuskular atau injeksi IM, adalah salah satu dari empat jenis injeksi utama, bersama intrakutan, subkutan, dan intravena. Jarumnya menembus kulit dan lapisan lemak hingga mencapai otot di bawahnya.

Kelebihan suntikan intramuskular:

  • Penyerapan lebih cepat dari subkutan. Otot memiliki banyak pembuluh darah, sehingga obat lebih cepat masuk ke peredaran darah.
  • Bisa menampung volume lebih besar. Otot besar seperti di sisi pinggul dapat menerima hingga sekitar 3 mL obat pada orang dewasa.
  • Cocok untuk obat yang mengiritasi. Beberapa obat terlalu mengiritasi bila disuntikkan di bawah kulit, tetapi dapat ditoleransi di otot.
  • Efek obat bisa diatur. Obat tertentu dibuat dalam bentuk depot yang dilepas perlahan dari otot, sehingga cukup disuntikkan sebulan atau tiga bulan sekali.
  • Tidak bergantung pada saluran cerna. Berguna saat pasien muntah atau obat rusak bila diminum.

Baca Juga: Jenis Injeksi dan Cara Penyuntikannya: IC, SC, IM, IV

Lokasi Suntikan Intramuskular

Ada empat lokasi suntikan intramuskular yang paling umum. Pemilihannya bergantung pada usia, massa otot, volume, dan jenis obat.

Lokasi Letak Volume maksimal dewasa Paling cocok untuk
Deltoid Lengan atas, sekitar 2 inci (±5 cm) di bawah tonjolan tulang bahu ±1 mL Vaksin pada remaja dan dewasa
Ventrogluteal Sisi pinggul, di antara tulang pinggul depan dan tonjolan tulang paha atas ±3 mL Obat volume besar atau yang mengiritasi pada dewasa
Vastus lateralis Paha bagian luar, sepertiga tengah ±1 mL pada bayi, lebih besar pada dewasa Bayi dan anak di bawah 1 tahun
Dorsogluteal Bokong bagian atas-luar ±3 mL Makin jarang dipilih karena dekat saraf skiatik

1. Otot Deltoid (Lengan Atas)

Deltoid adalah lokasi yang dianjurkan CDC untuk vaksin pada orang dewasa. Titiknya ditentukan dengan meraba tonjolan tulang di ujung bahu (acromion), lalu menyuntik di bagian otot yang paling tebal, sekitar 2 inci di bawahnya dan di atas lipatan ketiak. Karena ototnya relatif kecil, volume yang diberikan terbatas.

2. Otot Ventrogluteal (Sisi Pinggul)

Area ini jauh dari saraf dan pembuluh darah besar, dan lapisan lemaknya relatif tipis, sehingga kini banyak dianjurkan untuk suntikan volume besar pada orang dewasa. Meta-analisis di jurnal PLoS ONE (2021) juga menemukan suntikan di area ini cenderung lebih tidak sakit dibanding di bokong (dorsogluteal).

3. Otot Vastus Lateralis (Paha Luar)

Otot paha luar sudah berkembang baik sejak lahir dan jauh dari saraf besar, sehingga menjadi lokasi pilihan untuk bayi dan balita. Pada orang dewasa, area ini juga bisa dipakai, termasuk untuk penyuntikan mandiri obat tertentu.

4. Otot Dorsogluteal (Bokong)

Lokasi ini dulu paling sering dipakai, tetapi kini makin dihindari. Penyebabnya, area ini dekat saraf skiatik dan pembuluh darah besar, serta lapisan lemaknya tebal sehingga jarum bisa tidak mencapai otot.

Ukuran Jarum Suntikan Intramuskular

Jarum harus cukup panjang untuk menembus lapisan lemak dan mencapai otot. Untuk vaksin dewasa, CDC dan Immunize.org menganjurkan jarum ukuran 22–25 G, dengan panjang menyesuaikan berat badan untuk suntikan di deltoid:

Berat badan Panjang jarum (deltoid)
Kurang dari 60 kg 1 inci (±2,5 cm); ⅝ inci (±1,6 cm) masih cukup bila kulit tidak dicubit dan sudut 90°
60–70 kg 1 inci (±2,5 cm)
Pria 70–118 kg, wanita 70–90 kg 1–1,5 inci (±2,5–3,8 cm)
Pria di atas 118 kg, wanita di atas 90 kg 1,5 inci (±3,8 cm)

Untuk suntikan di paha bagian luar pada orang dewasa, umumnya dipakai jarum 1–1,5 inci. Pada obat yang lebih kental, seperti beberapa jenis antibiotik, tenaga kesehatan dapat memakai jarum yang lebih besar (angka G lebih kecil).

Cara Suntikan Intramuskular oleh Tenaga Kesehatan

Suntikan intramuskular harus dilakukan tenaga kesehatan terlatih. Langkah-langkah berikut menggambarkan prosedur standarnya, bukan panduan untuk menyuntik sendiri.

  1. Cek identitas, obat, dan riwayat alergi. Tenaga kesehatan memastikan prinsip benar pasien, obat, dosis, rute, dan waktu.
  2. Cuci tangan dan siapkan alat steril. Jarum dan spuit sekali pakai, kapas alkohol, dan kasa kering.
  3. Tentukan lokasi dengan penanda tulang. Lokasi dipilih sesuai volume dan kondisi pasien, lalu dicari dengan meraba tonjolan tulang di sekitarnya.
  4. Bersihkan kulit dengan antiseptik dan tunggu hingga kering agar tidak perih.
  5. Regangkan kulit, bukan dicubit, agar jarum langsung mencapai otot.
  6. Tusukkan jarum dengan sudut 90° dalam satu gerakan cepat dan mantap.
  7. Suntikkan obat perlahan dan stabil. Untuk vaksin, CDC menyatakan aspirasi (menarik pendorong spuit lebih dulu) tidak diperlukan. Untuk obat lain, tenaga kesehatan mengikuti petunjuk produk.
  8. Cabut jarum dengan sudut yang sama, lalu tekan ringan area suntikan dengan kasa kering tanpa memijat.
  9. Buang jarum ke wadah benda tajam tanpa menutupnya kembali.
  10. Pantau pasien beberapa saat untuk melihat tanda reaksi alergi.

Teknik Z-Track

Teknik Z-track dipakai untuk obat yang mengiritasi atau dapat mewarnai kulit. Caranya, kulit dan lapisan lemak ditarik ke samping sekitar 2,5–3,5 cm sebelum jarum ditusukkan. Setelah obat masuk dan jarum dicabut, kulit dilepas sehingga jalur suntikan membentuk pola zig-zag yang “mengunci” obat di dalam otot. Teknik ini mencegah obat merembes ke jaringan di atasnya dan mengurangi iritasi.

Contoh Obat yang Diberikan Secara Intramuskular

Kelompok Contoh
Vaksin Influenza, hepatitis B, tetanus (TT/Td), HPV
Antibiotik Ceftriaxone, benzatin penisilin
Hormon Suntik KB 3 bulan (medroksiprogesteron)
Vitamin Vitamin B12 (sianokobalamin), vitamin K pada bayi baru lahir
Obat lain Antinyeri dan antimual tertentu, serta epinefrin untuk reaksi alergi berat

Tidak semua obat boleh diberikan lewat otot. Beberapa obat hanya aman lewat infus, misalnya pantoprazole yang menurut labelnya hanya boleh diberikan secara intravena. Karena itu, rute pemberian selalu mengikuti petunjuk produk dan keputusan tenaga kesehatan.

Baca Juga: Alasan Suntik Antibiotik Sakit dan Cara Mengurangi Nyerinya

Perbedaan Suntikan Intramuskular, Subkutan, dan Intravena

Aspek Intramuskular (IM) Subkutan (SC) Intravena (IV)
Lapisan tujuan Otot Lemak di bawah kulit Pembuluh vena
Sudut jarum 90° 45° (atau 90° pada lapisan lemak tebal) ±15–30°
Kecepatan kerja Sedang–cepat Lambat dan stabil Paling cepat
Volume dewasa Hingga ±3 mL Sekitar 1 mL Besar, bisa lewat infus
Contoh Vaksin, antibiotik, suntik KB Insulin, heparin Cairan infus, infus vitamin

Singkatnya, suntikan intramuskular dipilih saat obat perlu bekerja lebih cepat daripada subkutan, volumenya lebih besar, atau obat terlalu mengiritasi untuk lapisan lemak, tetapi tidak membutuhkan akses pembuluh darah seperti infus.

Efek Samping dan Komplikasi Suntikan Intramuskular

Efek samping yang paling umum ringan dan membaik dalam 1–2 hari:

  • Nyeri atau pegal di area suntikan, kadang terasa saat otot digerakkan.
  • Kemerahan, bengkak ringan, atau memar kecil.
  • Benjolan kecil yang perlahan menghilang.

Komplikasi yang jarang, biasanya terkait teknik atau lokasi yang kurang tepat:

  • Cedera saraf. Menurut StatPearls, saraf yang berisiko antara lain saraf skiatik pada suntikan di bokong, saraf femoralis di paha, dan saraf radialis di lengan. Gejalanya nyeri menjalar, kesemutan, mati rasa, atau kelemahan.
  • Abses atau infeksi, ditandai area suntikan makin merah, panas, bengkak, dan bernanah.
  • Nyeri yang menetap atau pengerasan jaringan, terutama pada suntikan berulang di lokasi yang sama.
  • Reaksi alergi terhadap obat, dari gatal hingga anafilaksis.

Segera hubungi tenaga kesehatan bila muncul sesak napas, bengkak di wajah, nyeri hebat yang menjalar ke tungkai atau lengan, mati rasa, atau tanda infeksi di area suntikan.

Siapa yang Perlu Penyesuaian?

  • Orang dengan gangguan pembekuan darah atau yang minum obat pengencer darah, karena berisiko perdarahan dan memar di dalam otot.
  • Orang dengan massa otot sangat kecil, seperti lansia yang kurus, sehingga perlu pemilihan lokasi dan jarum yang tepat.
  • Area dengan infeksi, luka, bekas luka, atau peradangan, yang harus dihindari sebagai lokasi suntikan.
  • Pasien syok atau sirkulasi buruk, karena penyerapan obat dari otot menjadi tidak dapat diandalkan.

Tips Mengurangi Nyeri Saat Suntikan Intramuskular

  1. Rilekskan otot. Otot yang tegang membuat suntikan lebih sakit. Biarkan lengan menggantung lemas, atau berbaring miring untuk suntikan di pinggul.
  2. Tarik napas dalam dan alihkan perhatian saat jarum masuk.
  3. Tunggu antiseptik kering sebelum penyuntikan agar tidak perih.
  4. Pilih lokasi yang tepat. Untuk volume besar, sisi pinggul (ventrogluteal) cenderung lebih nyaman daripada bokong.
  5. Gerakkan otot dengan ringan setelahnya, misalnya mengayunkan lengan setelah vaksin, untuk mengurangi pegal.
  6. Kompres dingin area yang nyeri selama 10–15 menit bila perlu.
  7. Jangan memijat area suntikan bila tidak dianjurkan, terutama setelah teknik Z-track.

Suntik dan Infus Vitamin oleh Perawat Berlisensi di Rumah

Perawathomecare melayani suntik dan infus vitamin ke rumah di area Jabodetabek. Setiap tindakan dilakukan perawat berlisensi dengan alat steril sekali pakai, didahului skrining kondisi dan riwayat alergi, serta mengikuti prinsip injeksi yang aman.

Konsultasikan kebutuhan Anda melalui chat WhatsApp Perawathomecare.

FAQ Seputar Suntikan Intramuskular

1. Apa arti suntikan intramuskular?

Suntikan intramuskular adalah pemberian obat dengan menyuntikkannya langsung ke dalam otot, biasanya di lengan atas, sisi pinggul, paha luar, atau bokong, dengan sudut jarum 90°.

2. Berapa derajat sudut suntikan intramuskular?

Sudutnya 90°, atau tegak lurus terhadap kulit. Sudut ini memastikan jarum menembus lapisan lemak dan sampai ke otot.

3. Di mana lokasi suntikan intramuskular yang paling aman?

Pada orang dewasa, deltoid dianjurkan untuk vaksin, sedangkan ventrogluteal (sisi pinggul) dianjurkan untuk volume lebih besar karena jauh dari saraf dan pembuluh darah besar. Pada bayi, lokasi pilihannya adalah paha bagian luar.

4. Berapa banyak obat yang boleh disuntikkan ke otot?

Pada orang dewasa, umumnya sekitar 1 mL di deltoid dan hingga sekitar 3 mL di sisi pinggul atau paha. Volume yang lebih besar biasanya dibagi ke dua lokasi.

5. Kenapa suntikan intramuskular terasa pegal setelahnya?

Obat meregangkan serat otot dan dapat memicu peradangan ringan di sekitarnya. Pegal ini wajar dan biasanya hilang dalam 1–2 hari. Menggerakkan otot dengan ringan dapat membantu.

6. Apakah suntikan intramuskular perlu diaspirasi?

Untuk vaksin, CDC menyatakan aspirasi tidak diperlukan. Untuk obat lain, tenaga kesehatan mengikuti petunjuk produk dan prosedur di tempatnya bekerja.

Referensi Penulisan

  1. Intramuscular Injection. StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK556121/
  2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). How to Administer Intramuscular (IM) Vaccine Injections: Adults 19 Years of Age and Older. https://www.cdc.gov/vaccines/hcp/admin/downloads/IM-injection-adult.pdf
  3. Immunize.org. Ask the Experts: Administering Vaccines – Anatomic Site and Needle Length. https://immunize.org/ask-experts/anatomic-site-needle-length-intramuscular-subcutaneous-injection
  4. Immunize.org. Administering Vaccines to Adults: Dose, Route, Site, and Needle Size. https://www.immunize.org/catg.d/p3084.pdf
  5. Ayinde O, Hayward RS, Ross JDC. The effect of intramuscular injection technique on injection associated pain; a systematic review and meta-analysis. PLoS ONE, 2021; 16(5): e0250883. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0250883
  6. World Health Organization. WHO Best Practices for Injections and Related Procedures Toolkit. Geneva: WHO, 2010. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK138495/
  7. U.S. Food and Drug Administration. PROTONIX I.V. (pantoprazole sodium) for injection: Prescribing Information. https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2012/020988s044lbl.pdf



Ingin Tahu Lebih Lanjut atau Akan Memesan Layanan?

Tim kami siap membantu menjawab pertanyaan Anda seputar vitamin dan suntik vitamin.

Hubungi Kami via WhatsApp