Daftar Isi Artikel
ToggleSaat dirawat atau berobat, Anda mungkin pernah mendengar nama obat seperti ceftriaxone, ondansetron, atau omeprazole yang diberikan lewat suntikan. Artikel ini merangkum daftar nama obat injeksi dan fungsinya agar Anda lebih memahami pengobatan yang diterima.
obat injeksi dikelompokkan berdasarkan fungsinya. Golongan yang paling sering dipakai:
- Antibiotik: mengatasi infeksi bakteri, contohnya ceftriaxone.
- Pereda nyeri dan demam: contohnya parasetamol infus dan ketorolac.
- Antimual dan obat lambung: contohnya ondansetron dan omeprazole.
- Kortikosteroid dan antialergi: contohnya deksametason dan difenhidramin.
- Hormon, vitamin, dan cairan: contohnya insulin, vitamin B12, dan NaCl 0,9%.
Sebagian besar obat injeksi termasuk obat keras yang hanya boleh diberikan dengan resep dan oleh tenaga kesehatan. Simak daftar lengkapnya di bawah ini.
Apa Itu Obat Injeksi?
Obat injeksi adalah obat yang dimasukkan ke tubuh menggunakan jarum suntik, baik ke kulit, lapisan lemak, otot, maupun langsung ke pembuluh darah.
Kenapa Obat Diberikan Lewat Suntikan?
- Bekerja lebih cepat, terutama bila disuntikkan ke pembuluh darah.
- Pasien tidak bisa menelan, misalnya karena muntah terus-menerus atau tidak sadar.
- Obat rusak di saluran cerna, seperti insulin yang terurai oleh asam lambung.
- Dosis lebih terukur, karena tidak bergantung pada penyerapan usus.
Cara penyuntikan dibedakan menjadi intrakutan (IC), subkutan (SC), intramuskular (IM), dan intravena (IV). Setiap obat punya rute yang sudah ditentukan dan tidak boleh ditukar sembarangan.
Baca Juga: Jenis Injeksi dan Cara Penyuntikannya: IC, SC, IM, IV
Daftar Nama Obat Injeksi dan Fungsinya
1. Antibiotik Injeksi
Antibiotik injeksi dipakai untuk infeksi bakteri yang sedang hingga berat, atau saat pasien tidak bisa minum obat.
| Nama obat | Fungsi |
|---|---|
| Ceftriaxone | Antibiotik sefalosporin untuk berbagai infeksi, seperti infeksi saluran napas, saluran kemih, dan tifus |
| Cefotaxime | Antibiotik sefalosporin untuk infeksi berat, termasuk pada anak |
| Ampicillin | Antibiotik penisilin untuk infeksi bakteri tertentu |
| Gentamicin | Antibiotik untuk infeksi bakteri berat, sering dikombinasikan dengan antibiotik lain |
| Metronidazole infus | Infeksi bakteri anaerob dan parasit tertentu, misalnya infeksi perut |
2. Pereda Nyeri dan Penurun Demam
| Nama obat | Fungsi |
|---|---|
| Parasetamol infus | Menurunkan demam dan meredakan nyeri ringan hingga sedang bila obat minum tidak memungkinkan |
| Ketorolac | Antiinflamasi nonsteroid (OAINS) untuk nyeri sedang hingga berat jangka pendek; total pemakaian pada dewasa maksimal 5 hari |
| Metamizole (antalgin) | Pereda nyeri dan penurun demam |
3. Antimual dan Antimuntah
| Nama obat | Fungsi |
|---|---|
| Ondansetron | Mencegah dan mengatasi mual-muntah, misalnya akibat kemoterapi atau setelah operasi |
| Metoclopramide | Mengatasi mual-muntah dan membantu pengosongan lambung |
4. Obat Lambung
| Nama obat | Fungsi |
|---|---|
| Omeprazole | Menekan produksi asam lambung pada tukak lambung atau perdarahan saluran cerna atas |
| Pantoprazole | Fungsi serupa omeprazole, dari golongan penghambat pompa proton (PPI) |
| Esomeprazole | Golongan PPI untuk asam lambung berlebih |
5. Kortikosteroid dan Antialergi
| Nama obat | Fungsi |
|---|---|
| Dexamethasone | Kortikosteroid untuk meredakan peradangan, reaksi alergi berat, dan pembengkakan |
| Methylprednisolone | Kortikosteroid untuk peradangan berat dan penyakit autoimun tertentu |
| Diphenhydramine | Antihistamin untuk reaksi alergi, gatal, dan biduran |
6. Obat Kegawatdaruratan
| Nama obat | Fungsi |
|---|---|
| Epinefrin (adrenalin) | Obat utama untuk reaksi alergi berat (anafilaksis) dan henti jantung |
| Asam traneksamat | Membantu menghentikan perdarahan dengan mencegah pemecahan bekuan darah |
| Furosemide | Diuretik untuk membuang kelebihan cairan, misalnya pada gagal jantung |
7. Hormon dan Pengatur Gula Darah
| Nama obat | Fungsi |
|---|---|
| Insulin | Menurunkan kadar gula darah pada diabetes; disuntikkan ke lapisan lemak (subkutan) |
| Oksitosin | Merangsang kontraksi rahim dan mencegah perdarahan setelah melahirkan |
8. Pengencer Darah
| Nama obat | Fungsi |
|---|---|
| Heparin | Mencegah dan mengobati bekuan darah |
| Enoxaparin | Heparin berberat molekul rendah untuk mencegah bekuan darah, misalnya setelah operasi |
9. Vitamin dan Cairan
| Nama obat | Fungsi |
|---|---|
| Vitamin B12 (sianokobalamin) | Mengatasi kekurangan vitamin B12 dan anemia pernisiosa |
| Neurobion (vitamin B1, B6, B12) | Mengatasi kekurangan vitamin B neurotropik yang memengaruhi saraf |
| Vitamin C (asam askorbat) | Mengatasi kekurangan vitamin C |
| NaCl 0,9% | Cairan pengganti untuk dehidrasi dan pelarut obat |
| Ringer laktat | Cairan pengganti dengan komposisi mendekati plasma darah |
| Dekstrosa 5% | Cairan rumatan dan sumber gula |
Aturan Aman Penggunaan Obat Injeksi
Obat Injeksi Termasuk Obat Keras
Di Indonesia, sebagian besar obat injeksi termasuk golongan obat keras, ditandai lingkaran merah berhuruf K pada kemasan. Obat golongan ini hanya boleh diperoleh dengan resep dan diberikan oleh tenaga kesehatan.
Hal yang Wajib Diperhatikan
- Jangan menyuntik sendiri obat yang dibeli tanpa resep.
- Sampaikan riwayat alergi, terutama terhadap antibiotik seperti penisilin atau sefalosporin.
- Informasikan obat lain yang sedang dikonsumsi, termasuk suplemen dan jamu.
- Ikuti durasi pemakaian. Contohnya, label resmi ketorolac membatasi total pemakaian pada dewasa maksimal 5 hari karena risiko perdarahan lambung.
- Pastikan alat steril dan sekali pakai. Satu jarum, satu spuit, untuk satu pasien.
Efek Samping Umum Obat Injeksi
- Nyeri, kemerahan, atau memar di area suntikan.
- Rasa hangat atau pusing ringan setelah suntikan tertentu.
Segera hubungi tenaga kesehatan atau ke IGD bila muncul tanda alergi berat: sesak napas, bibir atau wajah bengkak, gatal menyeluruh, atau pusing hebat hingga mau pingsan.
Tips: catat nama obat injeksi yang pernah Anda terima beserta reaksinya. Catatan ini sangat membantu saat berobat berikutnya.
Baca Juga: Suntik Asam Lambung di Bagian Mana? Ini Lokasi dan Prosesnya
Layanan Suntik dan Infus ke Rumah oleh Perawat Berlisensi
Perawathomecare melayani suntik dan infus vitamin ke rumah di area Jabodetabek, setiap hari pukul 07.00โ21.00 WIB.
Setiap tindakan dilakukan perawat berlisensi dengan alat steril sekali pakai, didahului pemeriksaan tanda vital serta skrining riwayat alergi, penyakit, dan obat yang sedang dikonsumsi. Bila Anda memiliki resep obat injeksi dari tenaga kesehatan, sampaikan saat konsultasi.
Pilihan layanan sesuai keluhan tersedia di halaman Jenis Suntik Vitamin & Infus, mulai dari Vitamin Booster, Fever Relief, hingga Gastro Relief Series.
Konsultasikan kebutuhan Anda melalui chat WhatsApp Perawathomecare.
FAQ Seputar Obat Injeksi
1. Apa saja contoh obat injeksi yang paling sering dipakai?
Beberapa yang paling umum adalah ceftriaxone (antibiotik), parasetamol infus (penurun demam), ondansetron (antimual), omeprazole (obat lambung), dan dexamethasone (antiradang).
2. Apakah obat injeksi lebih ampuh daripada obat minum?
Tidak selalu. Obat injeksi bekerja lebih cepat dan dipilih bila pasien tidak bisa menelan atau kondisinya berat. Untuk banyak kondisi ringan, obat minum sama efektifnya.
3. Bolehkah membeli obat injeksi di apotek tanpa resep?
Tidak. Sebagian besar obat injeksi termasuk obat keras yang memerlukan resep dan harus diberikan oleh tenaga kesehatan.
4. Kenapa ranitidin injeksi jarang dipakai sekarang?
Pada 2019, BPOM memerintahkan penarikan sejumlah produk ranitidin, termasuk sediaan injeksi, karena cemaran NDMA. Sebagai alternatif, tenaga kesehatan umumnya memakai golongan PPI seperti omeprazole.
5. Apa yang harus dilakukan bila muncul reaksi setelah suntik?
Nyeri atau memar ringan biasanya hilang sendiri. Bila muncul sesak napas, bengkak di wajah, atau gatal menyeluruh, segera ke IGD terdekat.
Referensi Penulisan
- World Health Organization. The selection and use of essential medicines: report of the WHO Expert Committee, 2025 (including the 24th WHO Model List of Essential Medicines). TRS 1064, 2026. https://www.who.int/publications/i/item/9789240119741
- World Health Organization. WHO Best Practices for Injections and Related Procedures Toolkit. Geneva: WHO, 2010. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK138495/
- Pfizer Medical Information. Ketorolac Tromethamine Injection โ Prescribing Information (Boxed Warning). https://www.pfizermedicalinformation.com/ketorolac-inj/boxed-warning
- Electronic Medicines Compendium (emc). Paracetamol 10 mg/ml solution for infusion โ Summary of Product Characteristics. https://www.medicines.org.uk/emc/product/15148/smpc
- detikHealth. BPOM Beri Waktu 80 Hari Kerja untuk Penarikan Obat Maag Ranitidin Tercemar, 8 Oktober 2019. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4737968/bpom-beri-waktu-80-hari-kerja-untuk-penarikan-obat-maag-ranitidin-tercemar
- Kontan. BPOM titahkan tarik 5 produk ranitidin yang mengandung zat penyebab kanker, 2019. https://industri.kontan.co.id/news/bpom-titahkan-tarik-5-produk-raniditin-yang-mengandung-zat-penyebab-kanker








