Daftar Isi Artikel
Toggle“Kok suntik antibiotik sakitnya beda, ya?” Banyak orang merasakannya. Suntikan vitamin atau vaksin hanya terasa seperti cubitan, tetapi suntik antibiotik di bokong bisa terasa panas, pegal, dan nyeri sampai berjam-jam. Bahkan ada yang sulit duduk atau berjalan normal setelahnya.
Suntik antibiotik terasa sakit karena umumnya diberikan ke dalam otot (intramuskular), cairannya kental atau berupa suspensi, volumenya relatif besar, dan sifat kimianya (pH serta kepekatan) berbeda dari cairan tubuh sehingga mengiritasi jaringan dan memicu reseptor nyeri. Teknik penyuntikan, lokasi suntikan, dan kondisi otot yang tegang juga ikut menentukan seberapa sakit yang Anda rasakan.
Di artikel ini, kita bahas satu per satu penyebabnya berdasarkan penelitian, antibiotik mana yang dikenal paling nyeri, berapa lama nyeri dianggap normal, tanda bahaya yang perlu diwaspadai, serta cara terbukti untuk mengurangi rasa sakitnya.
Bagaimana Antibiotik Disuntikkan?
Ada dua cara utama pemberian antibiotik suntik, dan sumber nyerinya berbeda:
| Cara | Lokasi | Sumber nyeri utama |
|---|---|---|
| Intramuskular (IM) | Langsung ke otot, biasanya bokong (gluteal) atau lengan atas | Tekanan cairan di dalam otot, iritasi kimia, cairan kental |
| Intravena (IV) | Ke pembuluh darah vena, lewat jarum atau selang infus | Iritasi dinding vena (flebitis) akibat pH dan kepekatan obat |
Pada suntikan IM, obat “ditaruh” di dalam jaringan otot yang padat lalu diserap perlahan. Jaringan otot kaya akan ujung saraf, sehingga setiap tekanan atau iritasi langsung terasa. Pada suntikan IV, obat langsung mengalir bersama darah. Nyerinya biasanya lebih ringan saat disuntikkan, tetapi beberapa antibiotik dapat membuat vena terasa panas, perih, atau meradang di sepanjang jalur infus.
Kebanyakan keluhan “suntik antibiotik sakit” berasal dari suntikan IM, karena itu bagian ini menjadi fokus utama pembahasan.
7 Alasan Suntik Antibiotik Terasa Sakit
1. Disuntikkan ke Dalam Otot, Bukan di Bawah Kulit
Banyak antibiotik suntik diberikan secara intramuskular dengan jarum yang lebih panjang agar mencapai lapisan otot yang dalam. Jarum menembus kulit, lemak, lalu serabut otot, dan setiap lapisan memiliki ujung saraf. Inilah sebabnya suntikan IM umumnya terasa lebih sakit dibanding suntikan di bawah kulit (subkutan).
2. Volume Cairan Meregangkan Serabut Otot
Otot tidak memiliki “ruang kosong”. Saat 2โ5 mL cairan masuk, serabut otot terdorong dan teregang untuk memberi tempat. Tekanan inilah yang menimbulkan rasa pegal dan penuh, dan semakin besar volumenya, semakin besar pula regangan yang terjadi.
3. pH Obat Berbeda dari pH Tubuh
Cairan tubuh memiliki pH sekitar 7,4. Banyak sediaan antibiotik bersifat lebih asam atau lebih basa agar obatnya stabil. Tinjauan di jurnal Advances in Therapy (2019) menjelaskan bahwa pH yang jauh dari pH fisiologis dapat menimbulkan nyeri, iritasi, hingga kerusakan jaringan, sehingga formulasi idealnya dibuat mendekati pH tubuh. Perbedaan pH ini merangsang reseptor nyeri (nosiseptor) dan menimbulkan sensasi perih atau terbakar.
4. Kepekatan (Osmolalitas) Larutan Tinggi
Larutan yang jauh lebih pekat dari cairan tubuh akan menarik air dari sel-sel di sekitarnya. Sel yang “tertekan” ini melepaskan zat pemicu nyeri. Antibiotik dosis besar sering dilarutkan dalam volume kecil supaya bisa disuntikkan ke otot, sehingga larutannya menjadi sangat pekat.
5. Cairan Kental atau Berbentuk Suspensi
Beberapa antibiotik, seperti benzatin penisilin, berbentuk suspensi kental berwarna putih susu. Cairan kental membutuhkan jarum yang lebih besar dan tekanan lebih kuat untuk didorong, dan butiran obatnya menetap di otot sebagai “depot” yang dilepas perlahan. Kombinasi ini membuat suntikannya terasa berat dan nyerinya bertahan lebih lama.
6. Teknik dan Lokasi Penyuntikan
Lokasi menentukan banyak hal. Meta-analisis di jurnal PLoS ONE (2021) menemukan bahwa suntikan di area ventrogluteal (sisi pinggul) menimbulkan nyeri lebih rendah dibanding area dorsogluteal (bokong bagian atas-luar). Kecepatan menyuntik, sudut jarum, dan apakah petugas menekan area suntikan juga memengaruhi rasa sakit.
7. Otot Tegang dan Rasa Cemas
Otot yang menegang karena takut membuat jarum dan cairan lebih sulit masuk, sehingga tekanan di jaringan meningkat. Rasa cemas juga membuat otak lebih peka terhadap sinyal nyeri. Itulah mengapa orang yang sangat takut jarum sering merasakan suntikan lebih sakit.
Antibiotik Suntik yang Dikenal Paling Sakit
Tidak semua antibiotik suntik sama sakitnya. Dua jenis berikut paling sering dikeluhkan, dan keduanya sudah banyak diteliti.
Ceftriaxone
Ceftriaxone adalah antibiotik golongan sefalosporin yang sangat sering dipakai, misalnya untuk infeksi saluran napas, infeksi saluran kemih, dan gonore. Bila diberikan ke otot, dosis 1 gram dilarutkan dalam volume kecil sehingga larutannya pekat dan sangat perih.
Karena itu, informasi produk ceftriaxone di Inggris (electronic Medicines Compendium) mencantumkan pelarut lidokain 1% untuk suntikan intramuskular, dengan peringatan tegas bahwa larutan berisi lidokain tidak boleh diberikan lewat pembuluh darah. Penelitian membuktikan manfaatnya:
- Studi pada 39 remaja dan dewasa muda di jurnal Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine (1994) menemukan nyeri suntikan ceftriaxone lebih rendah secara bermakna saat dilarutkan dengan lidokain dibanding air steril, dari sesaat setelah suntikan hingga 6 jam kemudian.
- Studi farmakokinetik di Antimicrobial Agents and Chemotherapy (1982) menunjukkan lidokain sebagai pelarut tidak mengubah kadar ceftriaxone dalam darah, tetapi mengurangi nyeri di lokasi suntikan secara nyata.
Benzatin Penisilin G
Benzatin penisilin G (BPG) dipakai untuk sifilis dan untuk mencegah kekambuhan demam rematik. Obat ini berbentuk suspensi kental yang disuntikkan dalam-dalam ke otot bokong, dan dikenal menimbulkan nyeri tajam yang kadang cukup berat.
Uji klinis acak di jurnal Annals of Pediatric Cardiology (2024) pada anak dengan penyakit jantung rematik menemukan skor nyeri 5 menit setelah suntikan turun dari median 5 menjadi 2 saat BPG dilarutkan dengan lidokain. Uji klinis lain di Rumah Sakit Siriraj, Thailand, juga menemukan lidokain mengurangi nyeri selama dan sesaat setelah suntikan, meski nyeri pada 24 jam kemudian tidak berbeda. Artinya, lidokain efektif meredam nyeri awal, tetapi rasa pegal di otot keesokan harinya tetap bisa muncul.
Antibiotik Infus yang Bisa Membuat Vena Perih
Pada pemberian lewat infus, keluhan nyeri biasanya berupa rasa panas atau perih di sepanjang vena. Tinjauan sistematis di jurnal Antibiotics (2023) menekankan bahwa pH, osmolaritas, kecepatan infus, dan pengenceran antibiotik perlu diperhatikan untuk mencegah iritasi vena dan flebitis. Beberapa antibiotik, seperti eritromisin dan vankomisin, dikenal lebih sering memicu iritasi vena sehingga biasanya diencerkan lebih banyak dan diberikan perlahan.
Berapa Lama Nyeri Bekas Suntik Antibiotik Itu Normal?
Setelah suntikan intramuskular, wajar bila area suntikan terasa pegal, kaku, atau sedikit nyeri saat ditekan. Pada kebanyakan orang, keluhan ini berangsur membaik dalam 1โ2 hari. Rasa pegal bisa sedikit lebih lama pada suntikan berbentuk suspensi seperti benzatin penisilin, karena obatnya memang dirancang untuk menetap di otot.
Yang perlu diperhatikan adalah arah perkembangannya. Nyeri yang normal makin hari makin berkurang. Nyeri yang justru makin berat adalah tanda untuk diperiksakan.
Tanda Bahaya Setelah Suntik Antibiotik
Segera ke IGD bila muncul tanda reaksi alergi berat, terutama dalam menit hingga jam pertama setelah suntikan:
- Gatal dan bentol menyeluruh, bibir atau kelopak mata bengkak.
- Sesak napas, napas berbunyi, atau tenggorokan terasa tercekat.
- Pusing berat, lemas, jantung berdebar, atau pingsan.
Periksakan ke dokter bila dalam beberapa hari muncul:
- Area suntikan makin merah, bengkak, panas, dan nyerinya bertambah, bukan berkurang.
- Muncul benjolan lunak berisi nanah atau disertai demam, yang bisa menandakan abses.
- Nyeri menjalar ke tungkai, kesemutan, mati rasa, atau kaki terasa lemah setelah suntikan di bokong, yang bisa menandakan iritasi saraf.
- Kulit di sekitar suntikan berubah warna menjadi gelap atau kebiruan.
Selalu informasikan riwayat alergi obat, terutama alergi penisilin, kepada tenaga kesehatan sebelum disuntik.
Cara Mengurangi Sakit Suntik Antibiotik
Nyeri tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, tetapi bisa dikurangi secara bermakna. Berikut yang didukung penelitian dan praktik keperawatan.
Sebelum Disuntik
- Tanyakan pelarutnya. Untuk antibiotik seperti ceftriaxone dan benzatin penisilin, Anda boleh menanyakan apakah obat dilarutkan dengan lidokain. Keputusannya tetap di tangan dokter, dan lidokain tidak diberikan bila Anda alergi terhadapnya.
- Sampaikan riwayat alergi. Termasuk alergi penisilin, sefalosporin, dan obat bius lokal.
- Tarik napas dan atur posisi. Berbaring tengkurap atau miring dengan ujung kaki menghadap ke dalam membantu otot bokong lebih rileks dibanding berdiri.
Saat Disuntik
- Rilekskan otot. Hindari mengencangkan bokong atau menahan napas. Fokus pada napas panjang dan perlahan.
- Lokasi ventrogluteal. Meta-analisis di PLoS ONE (2021) menemukan suntikan di area ventrogluteal (sisi pinggul) lebih tidak sakit dibanding dorsogluteal. Tinjauan sistematis dan meta-analisis lain tentang intervensi fisik saat suntik otot juga menyimpulkan bahwa lokasi ventrogluteal, teknik Z, dan penekanan manual termasuk intervensi yang paling efektif.
- Penekanan di sekitar area suntikan. Penelitian yang sama menemukan bahwa menekan atau mengetuk ringan area sekitar suntikan sebelum dan saat penyuntikan membantu mengurangi nyeri, karena sinyal sentuhan “bersaing” dengan sinyal nyeri menuju otak.
- Disuntik perlahan. Kecepatan yang stabil memberi waktu otot untuk menampung cairan sehingga tekanan tidak melonjak tiba-tiba.
Setelah Disuntik
- Gerakkan perlahan. Berjalan santai membantu penyebaran obat dan mengurangi kaku, tetapi hindari olahraga berat di hari yang sama.
- Kompres sesuai saran. Kompres dingin dapat membantu bila area terasa panas dan bengkak. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan bila ragu.
- Jangan memijat keras. Terutama setelah suntikan suspensi seperti benzatin penisilin, kecuali dianjurkan petugas.
- Pantau tanda bahaya. Lihat kembali daftar di atas bila nyeri tidak membaik.
Perlu diketahui, tidak semua trik populer terbukti. Meta-analisis PLoS ONE (2021) yang sama menemukan bahwa menghangatkan cairan obat tidak mengurangi nyeri, dan bukti untuk teknik Z masih belum konsisten antar penelitian.
Penting: Antibiotik Hanya dengan Resep Dokter
Antibiotik termasuk obat keras yang hanya boleh digunakan berdasarkan resep dan pengawasan dokter. Jangan meminta suntik antibiotik untuk batuk pilek biasa, karena sebagian besar disebabkan virus dan tidak membaik dengan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat juga mendorong resistensi, yaitu kondisi ketika bakteri tidak lagi mempan diobati.
Bila dokter meresepkan antibiotik suntik, ikuti jadwal dan dosisnya sampai selesai, meskipun nyeri suntikan terasa mengganggu. Sampaikan keluhan nyeri kepada dokter, karena ada beberapa pilihan untuk menguranginya.
Butuh Tenaga Kesehatan Datang ke Rumah?
Pemulihan setelah infeksi sering membuat badan lemas dan nafsu makan menurun. Perawathomecare melayani suntik dan infus vitamin ke rumah di area Jabodetabek untuk membantu menjaga stamina selama masa pemulihan. Setiap tindakan didahului skrining kondisi, riwayat alergi, dan obat yang sedang Anda konsumsi.
Konsultasikan kebutuhan Anda melalui chat WhatsApp Perawathomecare.
Baca Juga: Jasa Infus di Rumah Terdekat
FAQ Seputar Suntik Antibiotik
1. Kenapa suntik antibiotik lebih sakit daripada suntik vitamin?
Suntik antibiotik umumnya diberikan ke dalam otot dengan volume lebih besar, larutan lebih pekat, dan pH yang berbeda dari cairan tubuh. Kombinasi ini menimbulkan tekanan dan iritasi kimia yang lebih besar dibanding suntikan bervolume kecil.
2. Kenapa suntik antibiotik di bokong?
Otot bokong besar dan tebal sehingga mampu menampung volume obat yang lebih banyak, serta jauh dari pembuluh darah dan saraf besar bila disuntik di titik yang tepat. Area ventrogluteal di sisi pinggul kini lebih dianjurkan karena lebih aman dan cenderung kurang sakit.
3. Kenapa kaki terasa pegal setelah suntik antibiotik di bokong?
Rasa pegal ringan yang menjalar sesaat bisa terjadi karena otot di sekitar area suntikan teregang. Namun, bila disertai kesemutan, mati rasa, atau kaki terasa lemah, segera periksakan ke dokter karena bisa menandakan iritasi saraf.
4. Bolehkah minta suntik antibiotik dicampur obat bius?
Anda boleh menanyakannya. Untuk beberapa antibiotik, seperti ceftriaxone, lidokain 1% memang tercantum sebagai pelarut untuk suntikan otot. Keputusan tetap di tangan dokter, dan larutan berisi lidokain tidak boleh diberikan lewat pembuluh darah.
5. Apakah bekas suntik yang keras dan benjol itu berbahaya?
Benjolan kecil dan sedikit keras bisa terjadi dan biasanya mengecil dalam beberapa hari. Periksakan ke dokter bila benjolan makin besar, merah, panas, berisi nanah, atau disertai demam.
Referensi Penulisan
- Usach I, Martinez R, Festini T, Peris JE. Subcutaneous Injection of Drugs: Literature Review of Factors Influencing Pain Sensation at the Injection Site. Advances in Therapy, 2019. https://doi.org/10.1007/s12325-019-01101-6
- Ayinde O, Hayward RS, Ross JDC. The effect of intramuscular injection technique on injection associated pain; a systematic review and meta-analysis. PLoS ONE, 2021; 16(5): e0250883. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0250883
- Systematic review and meta-analysis: Physical-procedural interventions used to reduce pain during intramuscular injections in adults. https://hdl.handle.net/11499/34991
- Schichor A, dkk. Lidocaine as a diluent for ceftriaxone in the treatment of gonorrhea: does it reduce the pain of the injection? Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine, 1994; 148: 72โ75. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/8143016/
- Pharmacokinetics and tolerance of ceftriaxone in humans after single-dose intramuscular administration in water and lidocaine diluents. Antimicrobial Agents and Chemotherapy, 1982; 21(6): 957โ962. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC182052/
- Utility of lidocaine in reducing pain of intramuscular benzathine penicillin G in children with rheumatic heart disease: A randomized, double-blind crossover study. Annals of Pediatric Cardiology, 2024. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12063984/
- Jiamton S, dkk. Lidocaine Reducing Pain from Benzathine Penicillin Injection: A Controlled Trial. Universitas Mahidol. https://repository.li.mahidol.ac.th/handle/123456789/85477
- Physicochemical Characteristics of Antimicrobials and Practical Recommendations for Intravenous Administration: A Systematic Review. Antibiotics, 2023; 12(8): 1338. https://doi.org/10.3390/antibiotics12081338
- electronic Medicines Compendium (eMC). Ceftriaxone powder for solution for injection/infusion โ Patient Information Leaflet. https://www.medicines.org.uk/emc/files/pil.15100.pdf








